Perang Interlinear Persebaya Melawan Persija Di Liga BRI 1

Persebaya Melawan Persija Di Liga BRI 1

Perang Interlinear Persebaya Melawan Persija Di Liga BRI 1– Persebaya Surabaya akan menghadapi Persija Jakarta pada laga pekan ke-32 BRI Liga 1 2023/2024 WIB sore tanggal 9 Desember di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya 2023. Tim tuan rumah saat ini sedang melalui fase buruk, setelah tidak pernah menang dalam enam pertandingan terakhirnya. Rinciannya dua kali imbang dan empat kali kalah, diawali dengan hasil imbang 1-1 melawan Dewa United.

Perang Interlinear Persebaya Melawan Persija Di Liga BRI 1

Persebaya Melawan Persija Di Liga BRI 1

islschedule – Persebaya kemudian menjadi acuan empat tim lainnya. Bajul Ijo menderita empat kekalahan beruntun melawan Persib Bandung, Bali United, Persik Kediri, dan Barito Putera.

Akhirnya tim Kota Pahlawan meraih hasil imbang 0-0 melawan RANS Nusantara pada pekan lalu. Hasil imbang tersebut merupakan hasil akhir terbaik karena Persebaya berhasil mencatatkan clean sheet.

Persija menunjukkan sesuatu yang berbeda dan tak terkalahkan dalam empat laga terakhirnya. Setelah menang melawan PSM Makassar dan Persikabo pada tahun 1973, Macan Kemayoran bermain imbang melawan Bhayangkara FC dan Persita Tangerang.

Jika melihat hasil pertandingan Liga 1, Persebaya lebih unggul dengan tiga kemenangan. Bandingkan Persija yang hanya menang dua kali. Sedangkan empat sisanya finis sama baiknya.

Pelatih Uston saat ini sedang mengikuti lisensi kepelatihan AFC Pro. Kalau tidak salah Coach Uston sampai 13 Desember,” kata Alimudin. Faktanya, Persebaya Surabaya akan memainkan dua pertandingan kandang pada tanggal ini. Selain menjamu Persija, Bajul Ijo juga akan menghadapi Persis Solo pada laga pekan ke-18 yang dijadwalkan ulang berlangsung pada 13 Desember 2023.

Uston Nawawi pertama kali terkenal sebagai pemain sebelum menjadi pelatih. Ia merupakan legenda Persebaya yang bermain pada periode 1995-2003 hingga 2004-2008.

Berita cuplikan video laga uji coba Persebaya kontra Persija, Minggu (18/06/23)

Rekam jejak Uston Nawawi
Uston Nawawi memulai karirnya sebagai pelatih PSIR Rembang pada tahun 2016 dan menjadi pelatih Akademi Persebaya pada tahun 2018 hingga 2019.Sejak 2019, Uston Nawawi dipromosikan menjadi pelatih Persebaya. Ia juga beberapa kali menjabat sebagai pelatih sementara tim berjuluk Bajul Ijo.

Uston Nawawi pertama kali dipercaya menukangi Persebaya pada Agustus-September 2023 saat Aji Santoso mengundurkan diri sebagai pelatih Persebaya. Dia menjadi kapten Persebaya dalam lima pertandingan BRI Liga 1 2023/2024. Bajul Ijo nyaris sempurna saat itu. Ernando Ari dkk. Dengan campuran Uston Nawawi ia menang empat kali dan seri sekali.

Namun, izin Uston Nawawi yang belum menjadi pemain profesional AFC membuat Persebaya tidak bisa lagi mempertahankannya. Posisinya diambil alih oleh Josep Gombau.

Usai pemecatan Josep Gombau, Uston Nawawi memimpin Persebaya dalam dua pertandingan. Namun Bajul Ijo belum berhasil meraih hasil positif. Persebaya bermain imbang sekali dan kalah sekali. Uston Nawawi punya tugas berat untuk menyelamatkan Persebaya yang masih tertahan di peringkat 14 klasemen BRI Liga 1 dengan 23 poin dari 19 pertandingan.

Kabar terkini menyebutkan Uston Nawawi terancam tidak mendampingi Persebaya melawan Persija. Pasalnya pelatih asal Sidoarjo, Jawa Timur itu sedang mengikuti kursus kepelatihan AFC Pro.

Baca Juga : Fakta Tentang Minuman Soju Dari Korsel

CV Top Thomas Doll
Musim kedua Thomas Doll bersama Persija Jakarta buruk. Arsitek asal Jerman itu tak mampu konsisten memimpin tim ibu kota ke BRI Liga 1 2023/2024. Persija masih berada di peringkat sembilan klasemen BRI Liga 1. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini hanya mampu meraih 28 poin dari 21 penampilan.

Sebagai manajer yang pernah berkarier di BIS Liga 1, Thomas Doll memiliki rekam jejak yang mengesankan. Dari Hamburg ia pernah melatih beberapa klub Jerman, mulai dari Borussia Dortmund hingga Hannover 96. Selain itu, Thomas Doll juga pernah melatih klub Turki Genclerbirligi, Ferencvaros wakil Hungaria, tim Arab Saudi, Al-Hilal dan tim Siprus APOEL FC.

Ketika dia melatih Ferencvaros, Thomas Doll menikmati degradasi. Ia memenangkan enam gelar, termasuk satu Piala Liga Hongaria, tiga trofi Piala Hongaria, satu gelar Piala Liga Hongaria, dan satu Piala Super Hongaria. Sejak musim lalu, Thomas Doll sudah mengadu nasib di Indonesia dan menerima tawaran dari Persija. Hasil nya di season pertama cukup bagus.

Kiper
Area kiper menjadi satu-satunya nilai tambah bagi Persebaya. Sebab, mereka punya Ernando Ari Sutaryadi, kiper utama Timnas Indonesia yang punya refleks mumpuni saat memblok tembakan lawan.

Sayangnya, Ernando bukanlah kiper terbaik di Liga 1. Dalam 11 penampilannya ia sudah kebobolan 19 gol dan hanya dua kali mencatatkan clean sheet. Jumlah tersebut harus diperhatikan agar Persija tidak mudah membobol gawang lawan.

Persebaya Vs Persija

Sementara Persija akan mengandalkan Andritany Ardhiyasa, senior Ernando yang sudah bertahun-tahun absen dari timnas Indonesia.

Andritany bermain lebih banyak di divisi satu, memainkan 19 pertandingan dan kebobolan 22 gol. Clean sheetnya sama dengan Ernando yang hanya mencatatkan dua clean sheet.

Kembali
Komposisi lini pertahanan Persebaya masih menjadi perhatian karena kurang tampil solid. Mereka juga kini tidak bisa bermain dengan Dusan Stevanovic yang akan absen selama empat minggu karena cedera pergelangan kaki.

Kuartet bertahan Bajul Ijo akan terdiri dari Catur Pamungkas, Yan Victor, Kadek Raditya, dan Reva Adi Utama. Keempat nama ini bisa dibilang mewakili kombinasi terbaik, namun belum pernah teruji di Liga 1.

Persija sendiri biasanya mengandalkan tiga pemain bertahannya untuk memperkuat jantung pertahanan. Mereka adalah Rizky Ridho, Ondrej Kudela, dan Muhammad Ferrari. Nama depan bakal menarik perhatian karena ia merupakan eks Persebaya dan juga bek Timnas Indonesia.

Tengah
Gelandang Persebaya belum bisa diandalkan saat menyerang. Mereka yaitu Andre Oktaviansyah, Song Ui-young dan Robson Duarte. Nama nama ini butuh waktu bersama lebih lama untuk bisa mengalirkan bola dengan baik.

Lini tengah Persija akan diisi lima pemain. Dua di antaranya berposisi sebagai bek sayap yakni Firza Andika dan Oliver Bias yang keduanya aktif membantu pertahanan dan serangan.

Tiga nama lain di lini tengah adalah Hanif Sjahbandi, Syahrian Abimanyu, dan Maciej Gajos. Para pemain tersebut tampil bagus di lini tengah Persija dan bisa menjadi ancaman bagi Persebaya.

Depan
Trisula depan Persebaya kemungkinan akan diawaki Bruno Moreira, Paulo Victor, dan Oktafianus Fernando. Dua nama terakhir tercatat sebagai pemain baru yang direkrut sehingga memerlukan beberapa penyesuaian. Yang paling berbahaya jelas Bruno Moreira, pemain sayap kiri dengan gerakan mematikan. Musim ini ia mencetak delapan gol dan dua assist dalam 18 penampilan.

Duet penyerang Persija yang menjadi pilar gol adalah Ryo Matsumura dan Gustavo Almeida. Kedua nama ini kemungkinan besar akan bermasalah, apalagi nama terakhir yang merupakan top skorer Liga 1 dan sudah mencetak 14 gol. Thomas Doll mengantarkan Persija menempati posisi kedua BRI Liga 1. Setelah menjalani musim yang sulit, Macan Kemayoran finis kedua di belakang PSM Makassar yang keluar sebagai juara.